Jumat, 27 Februari 2015

Liburan Imlek ... Menginap dua malam di Royal Safari Garden di Cisarua

Liburan Imlek kemaren, hari Kamis malam, keponakan telepon mengajak untuk menginap di Cisarua, Jawa Barat. Alhamdulillah, tentu saja senang. Saya dan anak-anak dijemput oleh supirnya,  kami berangkat Jumat sore (20/02/2015), lumayan macet setelah keluar tol Ciawi, tiba di sana sekitar jam 19:30 malam.

Kami menginap di Royal Safari Garden, selama dua malam. Setiba di sana, setelah istirahat sebentar, kami makan malam di restoran di kawasan resort ini. Restoran ini lumayan luas. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan barongsai sambil menikmati makan malam, karena memang sedang imlek, jadinya ada barongsai. Anak-anak tentu sangat senang sekali. Juga ada atraksi hewan, burung dan anjing pudel yang lucu-lucu, diakhiri dengan pertunjukan musik, penyanyinya suaranya bagus banget. Di area restoran ini, dibagian belakang terdapat penangkaran macan tutul yang dikelilingi oleh kaca, anak-anak dapat melihat dari luar. Juga ada burung kakak tua, dan bisa foto bersama burung-burung tersebut. Makanan di restoran ini juga enak-enak dan variasinya lumayan banyak.

Keesokan paginya, setelah sarapan di restoran yang sama, kami menikmati berbagai macam jenis fasilitas permainan di Royal Safari Garden ini. Ternyata resort ini luas sekali, memanjang  ke belakang, terlihat dari depan tidak begitu luas. Pagi hari anak-anak berenang  di kolam renang.  Setelah puas berenang, anak-anak menikmati aneka permainan yang tersedia disini. Sepertinya resort ini milik taman safari, karena disini juga ada taman burung, terdapat berbagai macam jenis burung, taman bermain, anak-anak juga dapat naik kuda, gajah dan onta. Bom-bom car juga ada, kereta mini, bebek-bebekan, flying fox. Memancing, memberi makan kerbau, banteng, rusa, kelinci, ada juga permainan pain ball. Untuk pengunjung yang menginap disediakan sejumlah tiket gratis untuk beberapa arena permainan. Harga dari masing-masing permainan bervariasi. Naik gajah dan kuda per anak Rp, 30.000, Fly Fox Rp. 35.000,  bom-bom car Rp. 25.000, Kereta mini Rp. 25.000, memancing Rp. 25.000, pain ball sekali bermain Rp. 25.000, memberi makan hewan Rp. 15.000 per keranjang kecil... Oyaa... pengunjung juga dapat naik kereta mini keliling kawasan ini sepuasnya, gratis tidak bayar. Terdapat juga penyewaan sepeda. Ada sepeda single, double, dan triple. Untuk sepeda triple pemakaian sejam dikenakan biaya Rp. 50.000 plus deposit Rp. 50.000 yang dapat diambil kembali. Ada juga tempat untuk pijat reflexi setelah lelah beraktivitas di resort ini.

Setelah puas bermain aneka permainan di kawasan ini, kami istirahat kembali ke kamar, untuk sholat zuhur dan makan siang. Keponakan mengajak makan siang di Restoran Rindu Alam, di Puncak Pas. Saya memesan, sayur asem, petai bakar, ikan asin jambal plus sambal terasi. ehmm nikmat.

Selepas makan siang, kami balik lagi ke Royal Safari Resort, hari sudah sore. Selanjutnya kami sholat asar, sehabis magrib kami makan malam lagi di restoran di dalam resort ini, sambil menikmati kembali pertunjukan barongsai, atraksi binatang dan hiburan musik dari girlband yang lumayan terkenal, saya lupa nama grup nya. Juga ada doorprize untuk para pengunjung restoran.

Hari mingggu pagi, karena check out siang jam 12, kami masih menikmati kembali fasilitas yang ada di sini. Anak-anak memang tidak bosan-bosannya bermain, hari ini ditambah dengan memancing bersama. Pulangnya, kami makan siang di Rumah makan Ma'Pinah. Saya memesan es kelapa muda, gurame bakar, sayur asem plus sambal. Rasanya lebih juara dibandingkan di Rindu Alam kemarin siang. Alhamdulillah...Terima kasih banyak yaa... mba iis dan mas edi yang baik hati.... kapan-kapan ajak lagi yaaa..... @ngarep.com    :D


















 

Senin, 19 Januari 2015

Tahun baruan di Pantai yang murah meriah ....

Acara tahun baruan kali ini sangat mendadak, tapi lumayan seru juga. Ceritanya begini... sehari sebelum tahun baru, tanggal 30 Desember 2014, kakak saya telepon, "kita tahun baruan di pantai yukkk".... "Waduhh, mendadak banget, mana dapat tempat menginap kalau mendadak", ujar saya. Ga papa, kalau enggak dapat penginapan, kita nginep dimana kek, yang penting di pinggir pantai, katanya.... 
Tujuan kami, ke pantai Kelapa Tujuh di kawasan Cilegon, setelah pelabuhan Merak. Setibanya di pantai Kelapa Tujuh, ternyata pantainya kurang terawat dan kurang cocok untuk anak-anak berenang. Jadilah kami putar balik arah menuju kawasan pantai Anyer dan sekitarnya,  setelah sebelumnya sempat mampir di Pelabuhan Merak....lumayan, anak-anak senang melihat kapal-kapal besar bersandar di pelabuhan. 
Setibanya di kawasan Anyer, hari sudah mulai gelap... benar saja, hampir semua penginapan penuh, kalaupun ada harganya mahal sekali.... Akhirnya kami menginap, tepatnya istirahat,  di saung yang berada  pinggir pantai di Tanjung Tum, Anyer. Biaya masuk ke Pantai Tanjung Tum satu mobil Rp. 50.000, sewa saung semalam sampai keesokan harinya,  setelah ditawar-tawarkan Rp. 400.000, ini harga tahun baru, katanya. Hari biasa hanya sekitar Rp. 150.000. 

Ternyata ramai juga, hampir semua saung penuh. Menjelang tengah malam kami bakar jagung dan menyalakan petasan. Suara petasan tidak henti-hentinya berbunyi saling bersahutan, belum lagi acara musik yang hingar bingar sampai azan subuh baru berhenti... ampunnn dehh.... tapi anak-anak pada senang. Pagi harinya, anak-anak pada berenang di pantai. Menjelang siang, kami baru pulang meninggalkan pantai Tanjung Tum, Anyer.


Pelabuhan Merak 


































Pantai Tanjung Tum, Anyer








 







 

















Senin, 22 Desember 2014

Kawah Putih dan Lapangan Gasibu Bandung

Hari Sabtu 22 November 2014, saya dan keluarga jalan-jalan ke Kawah Putih di Ciwidey Jawa Barat. Dari Depok kami keluar tol Baros kalau tidak salah. Jalan menuju kawah putih ini lumayan berliku, melewati hutan pinus. Biaya masuk  dan parkir di kawah putih ini Rp. 265.000 untu 5 orang dewasa, 3 orang anak-anak. Setiba disana, kami sholat zuhur dulu, karena memang sudah memasuki waktu zuhur, baru kami naik melihat pemandangan alam yang cukup unik ini.

Dari Kawah Putih kami menuju Gedung Sate di tengah kota Bandung. Sampai disana sudah sore, anak-anak senang bermain disini karena di depan gedung sate terdapat lapangan Gasibu yang cukup luas. Banyak penjual mainan anak-anak disini. Pulangnya tak lupa mampir beli Brownies kukus Amanda tentunya. 


Kawah Putih 



















Lapangan Gasibu Bandung