Kamis, 04 Mei 2017

Kisah cinta dari waktu ke waktu ....

Kata orang, cinta pertama itu tidak akan pernah berakhir atau istilah bahasa Inggrisnya First love never dies. 
Begitulah pepatah Inggris mengatakan. Sepertinya, benar adanya.

Coba simak beberapa kisah berikut ini. 

Seorang nenek yang sudah berumur hampir 80 tahun, masih sering mengingat kisah cinta pertamanya. Dia sering menceritakannya kepada keponakannya dengan mata berbinar-binar. Dan seperti biasa, nenek-nenek  sering kali mengulang cerita yang sama. Demikian juga dengan nenek ini. 

Kisah si nenek ini dimulai saat dia remaja. Ada seorang pria yang menaruh hati padanya, kemudian cinta berbalas. Mereka sempatlah pacaran ala jaman dulu, hanya kirim salam atau bertemu di suatu tempat, tentu saja tidak berdua, tapi ditemani oleh temannya. Saling kirim tanda mata, Si nenek ini masih ingat, dia dikirimi bantal bertuliskan "good sleep", yang sampai sekarang masih sering diingat oleh si nenek itu. 

Singkat cerita, kisah cinta si nenek ini, terpaksa putus ditengah jalan karena ternyata setelah di telusuri, pria yang mencintainya itu adalah saudara sesusuan dengan dia. Di dalam hukum islam, saudara sesusuan dilarang untuk menikah.  

Jika kisah cinta diatas, cerita jaman dahulu kala.
Beda lagi dengan cerita dibawah ini, berkaitan dengan akibat maraknya jejaring sosial, jaringan komunikasi Ponsel, seperti BBM, Whats Up, Line, yang memudahkan semua orang saling berhubungan. Teman-teman dari jaman baheula bisa saling sapa dan bertemu melalui jejaring ini, Banyak manfaat dan ada juga mudharatnya. Tergandung bagaimana kita memanfaatkan kemajuan teknologi yang sedemikian cepat sekarang ini.

Berikut kisahnya, berkaitan dengan First Love juga... semoga dapat diambil hikmahnya. 


Sebut saja namanya Doni. Waktu SMA dia jatuh cinta dengan Dina. Tapi Doni tidak punya keberanian untuk mengutarakan isi hatinya saat itu.

Kurun waktu berlalu, 26 tahun kemudian, bertemulah mereka dalam suatu acara reuni sekolah mereka. Doni mengungkapkan isi hatinya kepada Dina saat mereka SMA.  Cinta doni ternyata belum pupus. Dina sama sekali tidak tahu bahwa Doni saat SMA jatuh cinta padanya. Kebetulan Dina, belum menikah alias masih gadis. Sementara Doni, sudah memiliki istri dan empat orang anak. Dina sebenarnya waktu SMA tidak mencintai Doni, namun karena perhatian doni yang sedemikan rupa padanya, akhirnya Dina juga mulai suka juga dengan Doni. Doni bahkan sering memberi sejumlah uang kepada Dina, sebagai bentuk perhatiannya.

Mereka masih sering berhubungan. Namun Doni jarang sekali hadir di acara reuni sekolah mereka, Menurut informasi, katanya, istri Doni sudah tahu soal hubungan mereka.
Berabe dehh....


Ada lagi kisah si Wati dan Yanto. Mereka sekelas waktu SMA. Bertemu kembali melalui jejaring sosial yang mulai marak saat itu. Mereka reuni. Wati memiliki suami seorang bule, entah kesepian atau tidak, wati sering main ke rumah Yanto, meskipun dia datang tidak sendirian, dengan teman yang lain.
Istri Yanto saat itu habis melahirkan. Suatu ketika, istri Yanto mendapati suaminya sedang chating dengan Wati tengah malam. Jadilah mereka ribut besar. Untung, suaminya dapat meredam istrinya, dan berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan Wati.
Berabe juga kann....
Ini salah satu mudharatnya jejaring sosial.


Cerita berikut ini lain lagi...
Dua remaja ini saat SMA berteman cukup dekat, sebut saja namanya Beni dan Nita. Mereka setelah lulus, cukup lama tidak saling bertemu. Karena Beni tidak lama setelah lulus pergi ke luar negeri untuk bekerja, Sementara Nita, melanjutkan kuliah, bekerja, kemudian menikah.

Sebenarnya, sekitar lima tahun kemudian, mereka sempat bertemu di sebuah warung bakso, masing-masing sudah memiliki pacar.

Nah, dua puluh tahun kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah acara reuni akbar sekolah mereka. Tepatnya menjelang reuni, karena Beni menjadi panitia. Beni mendapat nomor handphone Nita dari teman sekelasnya. Beni terang-terangan menyatakan rasa rindunya yang sangat kepada Nita, bahkan ingin sesegera mungkin bertemu. Beberapa hari kemudian mereka bertemu.

Ternyata waktu SMA dulu, mereka saling suka. Namun, Beni tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya. Karena saat itu Beni sangat tekun beribadah. Dan Nita pun, menurut Beni, tidak ada sama sekali menunjukkan rasa sukanya. Jadi Beni sama sekali tidak tahu bahwa Nita juga suka padanya... ehmm... sepertinya First Love juga nih... Cinta mereka baru terungkap setelah sekian lama. Dan benih-benih itu masih tertanam di hati masing-masing. Terungkap setelah 25 tahun kemudian.

Dulu waktu SMA, memang Beni seorang pria yang tekun dan rajin beribadah, bahkan dia menjalankan ibadah puasa senin kamis, ibadah yang sangat jarang dilakukan oleh remaja pria pada masa itu, Ini yang ternyata membuat Nita diam-diam mencintai Beni, karena berbeda dengan pria lainnya. Rasa cinta Nita dipendam di dalam hati, dia hanya menulis di buku diary nya.

Nita dan Beni bertemu saat mereka kelas dua SMA. Saat kelas satu mereka berbeda kelas. Saat pelajaran Agama Nita maju ke depan kelas membaca hafalan ayat oleh guru Agama. Teman sebangku nita bilang, "Nita, ada cowok yang memperhatikan kamu tuh !. Siapa ?? . Ituu, si Beni. Biarin aja, dia punya mata", kata Nita.  "Bukan.., ini memperhatikannya beda", kata temen sebangkunya Nita diam saja tak bergeming. Padahal hati Nita berbunga mendengar itu, karena diam-diam Nita mulai memperhatikan Beni, teman sekelasnya.

Suatu ketika, teman sekelasnya bilang, "Nita, kayaknya si Beni naksir kamu deh",...Kata siapa?...dilihat dari tingkahnya". Nita diam saja, dalam hatinya ada perasaan bahagia. Tapi tidak mungkin baginya mengungkapkan perasaan cintanya kepada Beni. Dia kan perempuan.

Saat jam istirahat, teman sekelas nita bilang, "Nit.., sekarang Beni pendiam yaa??... lagi jatuh cinta kali", sahut Nita sekenanya. "iyaa, jatuh cinta sama kamu", kata reni, teman sekelasnya,

Sepulang sekolah, Nita menuliskan semua perasaan hatinya di buku diarynya.

Sebenarnya ada dua pria teman sekelasnya yang juga suka sama Nita. Satu diantaranya iman, secara terus terang mengirimkan surat cinta kepada Nita. Tapi ditolak secara halus oleh Nita. Dia tidak suka dengan iman, karena melihat perilakunya yang kurang baik.

Satu lagi, yang diam-diam juga  suka kepada Nita, namanya Alam. Melalui perantara teman sekelas, Alam menyampaikan rasa sukanya kepada Nita. Alam dan Nita, sebelumnya  berteman cukup akrab, Namun diam-diam Alam menyimpan perasaan suka kepada Nita.  Ini juga ditolak, karena hati Nita sudah terpikat kepada Beni.

Itulah sebagian isi dari buku diary Nita, kala itu.

Saat ini Beni dan Nita, sama-sama sudah memiliki anak dan istri. Beni memiliki dua anak laki-laki yang sudah remaja, demikian juga Nita, memiliki tiga anak lelaki. Beni, perna bilang, "kita tidak ditakdirkan untuk bersatu, juga tidak untuk menjodohkan anak kita, karena anak kita semuanya laki-laki.. hahaha", kata Beni suatu ketika. Cinta tidak harus memiliki, kata Beni.
Oya, Nita sudah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun lalu.

Beni saat ini sudah menjadi seorang pengusaha yang lumayan sukses, sementara Nita bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Mereka masih sering berkomunikasi dan bertemu, namun mereka saling menghargai privasi masing-masing. Nita berjanji tidak akan japri dengan Beni, jika tidak ada hal formal dan penting yang mendesak. Nita sangat menjaga perasaan istri Beni.

Namun, Beni sering jarpi dengan Nita, saat istrinya sedang bepergian. Tetap naluri laki-laki sama saja sebenarnya. Untungnya Beni memiliki iman yang kuat.

Pernah suatu ketika, saat istri Beni bepergian, Beni japri dengan Nita, mengatakan "I still love you so much".... Mereka saling mengungkapkan perasaan masing-masing yang sudah terpendam sekian lama.

Nita bertekad tidak akan mengganggu rumah tangga Beni, demikian juga dengan Beni, tidak mau menyakiti hati istrinya. Mereka masih tetap berkomunikasi, berteman, saling support dan mendoakan satu sama lain. Nita sudah tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi, dia hanya berpikir untuk membesarkan anak-anaknya menuju gerbang kesuksesan dunia juga akherat. Itu yang selalu ada dalam benak Nita.


Begitulah... kisah cinta pertama.... sebuah keniscayaan... jika bertemu pastilah masih ada serpihan cinta di hati mereka. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar